Jumat, 08 Oktober 2010

Akar Terorisme di Indonesia




Masalah terorisme selalu menjadi perhatian publik di Indonesia. Beragam pendapat diutarakan, beragam solusi diusulkan, namun sangat jarang yang melihat akar persoalannya.

Presiden SBY, diamini para pembantunya, berusaha meyakinkan bahwa akar terorisme adalah kemiskinan dan kebodohan. Sebuah analisis yang kurang cerdas mengingat beberapa orang yang dituduh teroris justru bukan orang bodoh dan miskin.

Dr. Azahari misalnya, seorang doktor dan dosen universitas ternama. Jelas dia tidak bodoh, tidak juga miskin atau pengangguran tanpa kerjaan. Di level dunia, tertuduh gembong teroris adalah Usamah bin Ladin, seorang lulusan univertas dan pengusaha konstruksi terkemuka di Timur Tengah. Wakil Usamah adalah dr. Ayman Azh Zhawahiri, seorang dokter spesialis bedah. Bodoh sekali orang yang menganggap Ayman miskin dan bodoh.

Dari beberapa contoh tadi, jelas analisis tersebut kurang valid, kalau tidak bisa dibilang ngawur. Mungkin juga yang ngawur bukan SBY, melainkan para pembantu dan pembisiknya.

Di sisi lain, kelompok liberal dan sekuler melihat bahwa penyebabnya adalah ajaran agama Islam. Ayat-ayat dan hadits yang mendorong perilaku radikal dituding jadi kambing hitam. Ini sejalan dengan upaya Amerika untuk menghilangkan poin-poin syariat Islam tentang jihad fi sabilillah yang dianggap sebagai biang ideologi terorisme. Di Timur Tengah, misalnya, mereka mengedarkan Furqanul Haq. Sebuah versi Al-Quran edisi minus ayat-ayat jihad.

Padahal, tak hanya Islam, agama lain juga memiliki konsep “jihad.” Lihat saja Kristen, apa yang membuat mereka bisa melancarkan Perang Salib selama beberapa abad kalau bukan konsep mereka tentang Holy War?

Maka pandangan kelompok liberal dan sekuler ini tidak fair. Mereka ingin dunia damai dan aman dari terorisme, tetapi kuncinya dengan mengebiri semangat perlawanan umat Islam pada penindasan dan penjajahan. Maklum saja, majikan mereka, bangsa-bangsa penjajah Barat, sangat khawatir menghadapi perlawanan jihad Muslim.

Pada masa lalu, Inggris menciptakan sekte sesat bernama Ahmadiyah di India yang sedang dijajahnya. Pemimpinnya, Mirza Ghulam Ahmad, mengharamkan jihad melawan Inggris. Ia juga membanggakan Inggris sebagai tuan besar yang wajib ditaati. Yang lebih gila, ia mengaku nabi dan mengkafirkan orang Islam yang tak percaya pada kenabiannya.

Sangat jelas bahwa Inggris ingin melemahkan semangat jihad Islam agar bisa leluasa menjajah India. Menguasai dan menguras potensi alamnya. Sebuah metode menetralisir musuh agar tak terus melawan.
Padahal melawan penindasan, perang dan militer adalah hal yang manusiawi. Manusia pasti ingin survive. Manusia pasti ingin melawan jika ditindas dan diperlakukan tak adil. Apapun agamanya, apapun rasnya. Bahkan semut pun menggigit jika manusia merusak sarangnya.

Terorisme yang dituduhkan kepada sekelompok umat Islam yang berjihad sebenarnya adalah upaya perlawanan. Sudah terlalu lama umat Islam dijajah, ditindas dan dikuras kekayaannya. Sudah terlalu banyak darah tertumpah oleh bangsa-bangsa penjajah Barat yang kafir.

“Teroris” menyerang sasaran sipil karena Inggris, Amerika dan penjajah lain tak segan membantai Muslim sipil. “Teroris” meledakkan bom karena negeri-negeri Muslim yang dijajah diratakan dengan rudal dan roket. “Teroris” merampok musuhnya karena kekayaan alam negeri mereka dikuras para penjajah dengan bantuan boneka lokal yang setia pada tuannya.

Akar persoalan teroris, jika mau jujur, sebenarnya adalah upaya menuntut keadilan. Rangkaian bom Natal dan bom Bali terjadi karena dipicu serangan Kristen pada Muslim di Ambon. Muslim dizhalimi tetapi tak ada pembelaan memadai dari aparat keamanan. Pada titik ini pembalasan menjadi pilihan.

Bahkan jika ditarik lebih jauh, munculnya Darul Islam (DI/TII) pada 1949 pun merupakan reaksi Muslim pada ketidakadilan. Awalnya Muslim dan Kristen sudah sepakat dalam perumusan UUD 1945. Panitia Sembilan menyepakati Piagam Jakarta yang menjamin berlakunya syariat Islam bagi Muslim dengan rumusan “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

Baru sehari merdeka, kesepakatan itu dikhianati, seorang tokoh Kristen dari Indonesia Timur mengancam akan keluar dari NKRI. Melalui seorang perwira Jepang, tokoh itu menekan Soekarno dan Hatta agar menghapus kewajiban menjalankan syariat Islam dari Konstitusi. Inilah benih separatisme pertama dalam sejarah Indonesia, mengancam memisahkan diri dari republik karena dengki pada umat lain yang ingin menjalankan syariatnya.

Akibatnya terjadilah kezhaliman hukum. Umat Islam mayoritas tetapi dihalangi menjalankan hukum syariatnya. Mereka dipaksa tunduk pada hukum Kristen dan sekuler warisan Belanda. Apalagi diplomasi Soekarno waktu itu begitu mengalah pada Belanda, perundingan Rennville membuat Jawa Barat dikosongkan. Wilayah dan penduduknya yang Muslim seolah diserahkan pada Belanda.

Inilah yang memicu Darul Islam berdiri. Ketidakadilan persoalan hukum dan ketidakpuasan karena diserahkan pada Belanda. Ini juga akar semua perlawanan Islam di Indonesia. Sebenarnya mereka hanya menuntut satu hal saja, bisa menegakkan syariat Islam untuk dirinya sendiri.

Namun keinginan itu selalu dihalang-halangi. Para aktornya pun selalu itu-itu saja. Piagam Jakarta dijegal berkat tekanan seorang tokoh Kristen. Renville ditandatangi PM Amir Syarifudin yang Kristen. Komji hingga Tanjung Priok didalangi oleh Benny Moerdani.

Terakhir, konspirasi itu semakin telanjang. Muslim di Kalimantan dibantai oleh Dayak Kristen, berlanjut ke Ambon dan Poso. Kasus di Poso bahkan menunjukkan adanya kerjasama Protestan dan Katholik. Fabianus Tibo cs yang Katholik memimpin serangan awal kepada Muslim. Belakangan mereka merasa diumpankan oleh kelompok Protestan.

Kemudian, Muslim bereaksi dan melawan. Mereka berhasil membalas dan menghentikan kezhaliman Kristen. Tetapi mereka yang melawan kemucian diberi cap teroris dan disikat tanpa ampun dengan Densus 88. Unit khusus yang dibiayai Amerika dan Australia.

Unit itu jelas sekali diproyeksikan untuk memusuhi Muslim. Mereka dipuji-puji ketika menangkap, menyiksa dan membunuh Muslim. Namun ketika mereka menangkap aktivis RMS, Australia mengancam akan menyelidiki kasus itu sebagai “pelanggaran HAM.”

Kini Densus 88 diotaki oleh Gorries Mere. Secara resmi komandannya Tito Karnavian. Namun insiden ributnya Densus di Polonia dengan Provost AU membuktikan hal lain. Gorries memimpin langsung di lapangan meskipun ia sebenarnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Semua rangkaian di atas membuktikan satu hal: semua kezhaliman yang menimpa umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia merupakan buah konspirasi penjajah Barat yang Kristen dengan boneka lokalnya. Sementara semua aksi perlawanan, yang dicap terorisme, adalah reaksi terhadap kezhaliman tersebut. Inilah akar terorisme yang sebenarnya.

Sumber: Majalah AnNajah Solo

Senin, 30 Agustus 2010

The Letter of Frederic Salvi (Ali) : "Its All Fitna!"

بسم الله الرحمن الرحيم
Au Nom d'Allah, le Clement le Tres-Misericordieux
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang


Louanges à Allah, et Il me suffit.
Segala puji bagi Allah, dan Dia sudah cukup..

Que diriez vous si un beau jour vous decouvrez que vous faites la une des journeaux, et que vous etes accusés de complot terroriste …?
C'est ma petite histoire que je viens vous raconter ici, et vous allez comprendre
pourquoi inchaAllah.
Apa yang akan Anda katakan jika suatu hari Anda menemukan bahwa Anda adalah berita utama?.., dan kau dituduh merencanakan teroris
Ini adalah kisah kecil saya, saya hanya mengatakan di sini, dan Anda akan memahami mengapa, Insya Allah.


Je m'appelle Ali, Salvi Frederic ... et je suis, selon les medias : activement recherché pour participation à la préparation d'attentat terroriste en indonesie ; et ceci pour le compte d'alqaida, bien sur …
Nama saya Ali, Salvi Frederic ... dan saya, menurut media: aktif mencari partisipasi dalam persiapan serangan teroris di Indonesia, dan mereka yakin ini untuk alqaida account

J'ai appris tout cela hier, le 24 août 2010 en regardant les nouvelles sur le net : plusieurs articles parlaient de moi, et de cette accusation ... certains de ces articles datent de plusieurs jours, presque une semaine
Saya belajar semua kemarin ini, 24 Agustus 2010 menonton berita di beberapa artikel bersih berbicara tentang saya, dan tuduhan ini ... beberapa artikel ini tanggal kembali beberapa hari, hampir satu minggu lamanya


Je vais raconter ici en resumé ce dont il est question :
Où se passe l’histoire ? ... en Indonesie : j'ai vecu avec ma famille en Indonesie, jusqu’au mois d’avril passé (j’ai passé un peu plus d’un an en indonesie, mais en fait presque trois ans en Malaisie et Indonesie alternativement )
Où est le probleme ? ... les médias disent que les autorités indonésiennes auraient fait un « coup de filet » dans les « milieux radicaux », et auraient découvert des explosifs et autres objets indicant la préparation d’un attentat – sans doute à la voiture piégée- et qu’une voiture aurait été retrouvée à cet endroit : cette voiture n’est autre que « ma voiture », enfin elle était à moi lorsque je vivais en Indonésie, je l’ai revendue à un frère que je connaissais (qui a dit l’utiliser pour les besoins d’une école primaire islamique.)
Aku akan mengatakan di sini Ringkasan apa tentang:
Mana ceritanya? ... di Indonesia: saya tinggal dengan keluarga saya di Indonesia, sampai April lalu (aku menghabiskan sedikit lebih dari satu tahun di Indonesia, tetapi sebenarnya hampir tiga tahun bergantian di Malaysia dan Indonesia)
Di mana masalahnya? ... media mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah membuat tindakan keras dalam "lingkaran radikal," dan diduga menemukan bahan peledak dan benda-benda lainnya yang menunjukkan persiapan serangan - mungkin sebuah bom mobil dan mobil- telah ditemukan di lokasi ini: mobil ini hanya "mobil saya" dan akhirnya itu saya ketika saya tinggal di Indonesia, saya dijual kepada seorang ikhwan yg saya tahu (yang mengatakan penggunaan untuk kebutuhan sekolah dasar Islam)


Les conclusions des authorités : c’est que j’aurais aidé un soit-disant groupe terroriste, et que j’aurai donné ma voiture pour qu’elle serve à préparer un attentat.

La partie qui est vraie donc : c’est que j’étais bien en indonésie, et que la voiture qui a été retrouvée (j’ai vu une photo dans la presse) est bien mon ancienne voiture...Quant aux accusations : elles ne sont que calomnie...

Kesimpulan dari otoritas: itu adalah bahwa saya membantu sebuah kelompok teroris yang disebut, dan aku telah memberikan mobil yang akan digunakan untuk menyiapkan serangan.

Bagian yang benar maka: bahwa aku berada di Indonesia, dan mobil telah ditemukan (saya melihat sebuah foto di media massa) adalah mobil lama saya ... Pada bagian dakwaan: mereka hanya fitnah belaka ...


Ensuite, ils brodent une petite histoire autour de cela , en prétendent que j’aurais « échapé de justesse » au coup de filet du 7 août en fuyant vers le maroc...En réalité, j’étais au Maroc depuis avril, ce qui n’a rien à voir avec le dit-coup de filet...

Kemudian mereka membordir sebuah cerita seputar ini, saya berpendapat bahwa dalam "efcaped sempit" untuk tindakan keras pada tanggal 7 Agustus di melarikan diri ke Maroko ... Sebenarnya, aku berada di Maroko pada bulan April, yang tidak ada hubungannya dengan tindakan keras itu ...
.
Ils prétendent aussi que je suis « activement recherché » par la police indonésienne et interpol en France : et ceci n’est autre qu’une énorme blague de plus, car les autoritées savent très bien où je suis, et ceci pour plusieurs raisons : quand on quitte l’indonésie, il nous faut un « permis de sortie », qui se demande au bureau de l’immigration, à partir de là ils connaissent très bien ma date de départ et mon pays de destination (j’ai été au maroc directement), et ils prétendent encore qu’ils « pensent » que j’aurais « fui » au Maroc...

Mereka juga mengklaim bahwa saya "aktif dikejar" oleh polisi Indonesia dan Interpol di Perancis dan ini tidak lebih dari sebuah lelucon besar, karena Authoritys tahu betul di mana saya, dan ini karena beberapa alasan: saat kami meninggalkan Indonesia, kita membutuhkan keluar "izin", yang meminta kantor imigrasi, dari sana mereka tahu betul saya tanggal keberangkatan dan tujuan saya (saya di Maroko langsung), dan mereka masih mengklaim bahwa mereka "berpikir" bahwa saya "melarikan diri" di Maroko ...

De plus pendant mon séjour au Maroc, j’ai eu à faire aux autorités marocaines pour un « contrôle » (genre garde à vue, mais plus souple) qui a duré 3 jours ; à la fin ils m’ont laissé sortir en me disant qu’ils avaient contacté les authorités françaises à mon sujet, qu’il n’y avait rien contre moi, et qu’ils s’excusaient pour le dérangement : donc, les autoritées marocaines et françaises savaient très bien où j’étais , ils savaient même que j’allais en Mauritanie, car je le leur ai dit au cours des interrogatoires.
Et enfin, ici en Maurtitanie, j’ai été 3 fois aux bureaux de la Dst mauritanienne, pour les visas et passeports (c’est eux qui s’occupent de ça) : ils sont bien évidemment en contact avec leurs homologues français, auprès desquels ils font des vérifications sur notre identité avant de nous délivrer les visas longue durée...Donc : les autorités mauritaniennes et françaises savent très bien que je suis en Mauritanie, et où je suis exactement ; et ceci ne fait aucun doute.

Juga selama saya tinggal di Maroko, saya harus lakukan dengan pemerintah Maroko untuk "kontrol" (tahanan tersebut, tetapi lebih fleksibel), yang berlangsung tiga hari, pada akhirnya mereka mengizinkan aku keluar dengan menceritakan mereka telah menghubungi authoritie Prancis tentang aku, tak ada yang melawan aku, dan mereka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi: begitu, Maroko dan Perancis Authoritys tahu persis di mana aku berada, mereka bahkan tahu aku akan ke
Mauritania, saat aku mengatakan kepada mereka selama interogasi.

Dan akhirnya, di sini Maurtitanie aku 3 kali ke kantor-kantor Dst di Mauritania untuk visa dan paspor (merekalah orang-orang yang berurusan dengan itu): mereka jelas-jelas berhubungan dengan mitra Perancis mereka, dengan yang mereka melakukan pemeriksaan keamanan pada identitas kita sebelum kita urus masalah visa ... Jadi panjang: otoritas Mauritania dan Perancis sangat menyadari bahwa saya di Mauritania, dimana saya persis, dan ini tidak diragukan lagi.


Question alors : pourquoi disent-ils qu’ils me recherchent activement... ? La réponse pour moi est évidente : pour les besoins de leur « scénario » médiatique...Un terroriste français, ayant participé à préparer des attentats en Indonésie, a pris la fuite de justesse, et est actuellement en « cavale », activement recherché par interpol !...
Cela sonne quand même plus lourd que de dire : on a trouvé en Indonésie des explosifs dans un local, auprès duquel était une voiture, ayant appartenue à un français qui habitait dans cette région avec sa famille, et qui avait quitté l’Indonésie 3 mois auparavant pour le Maroc, et qui habite actuellement en Mauritanie où il étudie avec sa famille.
Pertanyaan: mengapa mereka mengatakan mereka secara aktif mencari saya ...? Jawaban bagi saya adalah jelas: untuk tujuan "script" media! ... Seorang teroris Perancis, terlibat dalam perencanaan serangan di Indonesia, telah hampir diambil penerbangan dan saat ini "kuda betina", secara aktif dicari Interpol! ...
Masih terdengar lebih berat daripada mengatakan Indonesia ditemukan bahan peledak dalam sebuah ruangan, untuk yang merupakan mobil milik seorang pria Prancis yang tinggal di daerah ini dengan keluarganya, yang telah meninggalkan Indonesia tiga bulan sebelumnya untuk Maroko, dan yang sekarang tinggal di Mauritania dimana dia belajar dengan keluarganya.


Avouez qu’il y a une marge entre les deux versions, non ??..et avouez que leur prétention de « recherche active » ne tient pas debout (avec les preuves que j’ai citées)... ! Et quant à leur accusation : ils me considèrent comme membre d’un groupe terroriste ayant voulu préparer un attentat à la voiture piégée, juste parce que mon ancienne voiture (que j’ai vendue depuis plusieurs mois) s’est retrouvée dans un endroit où ils auraient trouvé des explosifs et autres ustensiles servant à préparer un attentat (s’ils ont réellement trouvé ce qu’ils disent...). Est-ce qu’un individu est tenu responsable de tout ce qui peut etre fait avec sa voiture, même après l’avoir vendue ??...Est ce que je sais moi, si la personne qui me l’a achetée l’a revendue, ou si elle lui a été volée, ou je ne sais quoi... ?
Mengakui bahwa ada margin antara dua versi, kan? ..? Dan mengakui bahwa klaim mereka "pencarian aktif" tidak berlaku (dengan bukti yang telah saya sebutkan) ...! Dan sebagai surat dakwaan mereka, mereka menganggap saya sebagai anggota kelompok teroris yang ingin menyiapkan bom mobil bunuh diri, hanya karena mobil tua saya (saya menjualnya selama beberapa bulan) ditemukan di satu tempat mereka telah menemukan bahan peledak dan alat-alat lain yang digunakan untuk menyiapkan serangan (jika mereka telah benar-benar menemukan apa yang mereka katakan ...). Dapatkah seseorang bertanggung jawab atas apa yang dapat dilakukan dengan mobil, bahkan setelah dijual ??... Apakah apa yang saya tahu diri, jika orang yang membeli itu untuk saya dijual kembali, atau jika dicuri atau sesuatu ...?


Voilà donc tout le fondement de leur accusation, un peu léger non ??... pour en arriver à des conclusions aussi lourdes.. !
C’est pour cela qu’il faut enrober tout cela d’un scénario style roman policier pour faire passer le tout ...

Pour finir, j’ajoute que leur accusation ne s’arrête pas là... J’ai lu ce matin (mais l’article date de plusieurs jours) qu’ils m’accusaient aussi d’avoir préparé un attentat en 2004 contre l’ambassade d’Indonésie à Paris...(j’apprend par la même occasion
l’existence du dit attentat de 2004...)

Jadi dasar seluruh tuduhan mereka, tidak sedikit ??... ringan untuk sampai pada kesimpulan sebagai .. berat!
Inilah sebabnya mengapa kita harus bungkus semuanya dari gaya naskah novel detektif untuk mendapatkan seluruh karangannya ...

Akhirnya, saya menambahkan bahwa biaya mereka tidak berhenti di situ ... Pagi ini saya membaca (tapi artikel ini adalah beberapa hari) mereka juga menuduh saya merencanakan serangan tahun 2004 terhadap Kedutaan Besar Indonesia di Paris ... (Aku belajar sama selama keberadaan mengatakan, serangan pada tahun 2004 ...)

Voilà mon histoire...je voulais en parler publiquement avant qu’on m’en empêche...
Suite à la publication de cette lettre, je pense aller au consulat français pour prouver par l’acte que je ne suis pas en cavale, ni « activement recherché » (même si les détails que j’ai cités ici suffisent à le prouver)...Et aussi pour affirmer que je suis totalement innocent des faits qui me sont reprochés.

Bien entendu, je me doute bien qu’ils ne vont pas se contenter de mes paroles, et qu’il y aura enquête, et peut-être détention etc... Et c’est la seule raison pour laquelle je n’ai pas déja été au consulat dès le premièr jour ; je profite encore de quelques instants de tranquilité avec ma famille, mes 3 filles... Avant que n’arrive ce qui arrivera ; et tout ce qui arrivera n’est que selon le décret d’Allah.
Itu cerita saya ... Saya ingin berbicara di depan umum sampai mereka berhenti menuduh saya ...
Menyusul penerbitan surat ini, saya pikir pergi ke konsulat Perancis untuk membuktikan tindakan saya tidak di jalankan, atau "aktif mengejar" (meskipun rincian yang telah saya sebutkan di sini sudah cukup untuk membuktikan itu). .. Dan juga untuk mengatakan bahwa saya benar-benar tidak bersalah atas tuduhan terhadap saya.

Tentu saja, saya tidak meragukan bahwa mereka tidak akan puas dengan kata-kata saya, dan akan ada investigasi, dan mungkin penahanan dll ... Dan satu-satunya alasan saya belum pernah ke konsulat pada hari pertama saya ambil saat lagi damai dengan keluarga saya, tiga anak saya ... Sebelum itu terjadi akan terjadi, dan segala sesuatu yang akan terjadi adalah bahwa di bawah keputusan Allah.



Et Allah me suffit, et Il est le Meilleur Protecteur
Dan Allah sudah cukup bagi saya, dan Dia adalah Pelindung Terbaik



‘Ali

Nouakchot
2010 aout 25 Le
Nuakchot
Pada tanggal 25 Agustus 2010



note ajoutée au 27 août :
Suite a cette lettre, j'ai contacté l'ambassade de France a Nouakchott, qui m'ont affirmé qu'ils n'avait pas connaissance de cette affaire a mon sujet. Puis j'ai contacté interpol par e-mail, sans réponse jusqu'ici... Etrange... Vous avez dit : "recherches actives" ...??
Catatan ditambahkan Agustus 27:
Setelah surat ini, saya menghubungi Kedutaan Besar Perancis Nouakchott, yang mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini tentang saya. Lalu aku menghubungi Interpol melalui e-mail, ada jawaban sejauh ... Aneh ... Anda mengatakan: "Penelitian aktif" ...??

note au 28 :
Toujours aucune nouvelle, ni d’interpol, ni d’aucune autorité…
Aujourd’hui, cette lettre est envoyée aux medias en France, et en Indonésie … vont-ils s’empresser de la publier comme ils se sont empressés de publier leurs accusations infondées…? à suivre …
Catatan 28 Aug:
Masih tidak ada kabar, atau Interpol, atau otoritas apapun ...
Hari ini, surat ini dikirim ke media di Perancis, dan Indonesia ... akan mereka buru-buru untuk menerbitkan sebagai mereka bergegas untuk mempublikasikan tuduhan tidak berdasar mereka ...? lanjutan ...


Note au 30-08 :
Suite d’infos par rapport à cette affaire : j’ai été hier à l’ambassade de france à nouakchott, au bureau du « service de coopération technique internationale de police »: un agent m’a recu et enregistré mes infos à ce sujet, pour les transmettre à ses collegues en france. Ce qui est confirmé : (sans surprise) c’est que les affabulations comme quoi je serais « recherché » par interpol, ou qu’il y aurait un « mandat » contre moi ... sont bien des mensonges médiatiques.

Catatan 30 Aug:
Info lebih lanjut dari kasus ini: saya kemarin di Kedutaan Besar Prancis di Nouakchott, dari Kantor Pelayanan Kerjasama Teknis Internasional Polisi ": Saya menerima resmi dan terdaftar info tentang saya tentang hal itu, yg disampaikan kepada rekan-rekannya di Perancis. Hal ini telah dikonfirmasi (tidak mengherankan) : bahwa memang akan ada pembuatan issue seperti: saya 'diinginkan' oleh Interpol, atau akan ada mandat "terhadap saya” ... sungguh banyak manipulasi media.


Ensuite, il y a effectivement une enquete du coté indonésien, à cause de ce qu’ils disent avoir trouvé (présence de mon ancienne voiture vers un atelier de bombes etc, vous connaissez l’affaire..), et des conclusions (hatives ?!!) qu’ils en ont tiré... Aussi, il semble qu’il y aurait une enquete en france, suite à celle d’indonesie, mais je n’ai pas de détails sur tout cela. Le policier m’a dit qu’il me tiendrait au courant...
Lalu ada survei dari pihak Indonesia, karena apa yang mereka katakan mereka telah menemukan (keberadaan mobil lama saya untuk sebuah workshop bom dll-Anda akrab dengan kasus ini? ..) dan kesimpulannya (awal?! !) mereka telah menyitanya ...
Juga, tampaknya mereka telah memiliki hasil survei di Perancis, berikut dari Indonesia, tapi saya tidak memiliki rincian tentang semua ini. Perwira itu mengatakan bahwa aku akan tahu ...


Au moins, la situation est beaucoup moins agitée et grave que les médias voulaient bien le dire !! Le fait qu’il y a une enquète à mon sujet à cause de tout ça n’a rien d’étonnant en soit. Mais tant que les choses sont faites calmement et objectivement, tout se passera bien inchaallah, et tout cela sera bientot fini inchaallah.

Setidaknya, situasi jauh dari gelisah dan serius sebagai media bersedia mengatakan! Fakta bahwa ada penyelidikan tentang aku karena semua ini tidak mengejutkan pada dirinya sendiri.
Tetapi sebagai hal yang dilakukan dengan tenang dan obyektif, insya Allah semuanya akan baik-baik saja, dan semuanya akan segera selesai insya Allah.


Merci à ceux qui ont participé à diffuser la lettre ouverte sur les divers médias, sites et forums.
Terima kasih kepada mereka yang berpartisipasi dalam surat terbuka ini dan disiarkan di berbagai media dan situs forum.


Et louanges à Allah en toutes circonstances.
Dan aku memuji Allah dalam segala situasi.

Rabu, 14 Juli 2010

SERUAN PERLAWANAN ISLAM INTERNASIONAL!!!

AQIDAH JIHADIYAH DAN UNDANG-UNDANG DAKWAH MUQOWWAMAH ISLAMIYAH ALAMIYAH




Undang-undang dakwah muqowwamah berpijak dan berlandaskan pada prinsip-prinsip aqidah islam dan ahkam (ketetapan-ketetapan) politik syar'i. Pedoman tersebut dihasilkan melalui pengamatan terhadap situasi politik umat saat ini, dengan memahami qoidah dar'ul mafasid (menolak kerusakan) dan istijlabul masholih (mendatangkan maslahat), fiqh dhorurot (urgensitas) dan memperhatikan skala prioritas amal. Dengan mempertimbangkan dampak operasi dengan analisa yang teliti, dibangun diatas kesimpulan yang cermat dalam memahami realita dunia islam dan sikon dunia internasional yang mengelilinginya saat ini.

Di sini akan kami sebutkan secara ringkas tentang prinsip-prinsip aqidah jihadiyah qitaliyah bagi dakwah muqowwamah, di mana alenia-alenia berikut akan memuat secara rinci dan dalil-dalil syar'I bagi prinsip-prinsip di atas, insya Allah.

  • Klik disini untuk selanjutnya
  • Rabu, 30 Juni 2010

    Sebuah Catatan Untuk Buku : At-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyyah (Metode Perubahan Sosial Politik)

    oleh : admin (abu bilal al irhaby & abu icanimovic)


    Suatu hari ana bertemu Ust.AK dalam sebuah pertemuan. Kemudian beliau memberikan ana sebuah buku karangan Dr. Mahmud Abdul Karim Hasan (seorang cendikiawan dari HT Internasional) untuk dijadikan bahan masukan terutama untuk kawan-kawan sesama harokah yang peduli terhadap perjuangan Syariat Islam.

    Langsung saja ana lahap lembar demi lembar buku tsb, dan beberapa hari setelahnya ana berikan buku tersebut ke kawan ana (abu bilal) untuk bersama kami kaji dan diberikan komentar. Tentunya komentar yg akan kami buat adalah komentar yang membangun, bukan komentar yang menjatuhkan sesama umat. Dan berikut adalah hasilnya :

    Catatan terhadap Buku “Metode Perubahan Sosial Politik”

    Di sini kami hanya ingin memfokuskan pembicaraan pada bagian akhir buku ini, yang menurut penulisnya sendiri merupakan pembahasan yang paling penting, paling serius dan paling mendalam. Setidaknya ada tiga hal yang menarik perhatian kami. Pertama istilah “tholabun nushroh” (meminta pertolongan kepada golongan yang kuat) sendiri, terutama pengaplikasiannya pada realitas umat hari ini yang sebenarnya mayoritas dari segi jumlah tapi minoritas dari segi kualitas. Kedua dari sisi fakta yang dikemukakan, terutama berkenaan dengan jihad Afghanistan yang sesungguhnya berjasa menghidupkan kembali semangat jihad umat Islam, sekaligus menumbuhkan keyakinan umat bahwa mereka mampu menumbangkan raksasa thogut di bumi ini, yakni Uni Sovyet dan Insya Alloh menyusul AS dan Zionis Yahudi (hal 140). Ketiga, membicarakan point kedua ini, maka mengharuskan kami mengomentari kritik penulis terhadap pengemban dakwah yang memilih jalur kekuatan fisik untuk menghadapi kekuatan batil, yang penulis sebut dengan metode kedua (hal 142).

    Untuk mewujudkan daulah Islamiyah yang akan melindungi umat di bawah payung syariat Islam, penulis menawarkan satu-satunya metode perubahan (taghyir) yang praktis dan syar’i, yaitu tholabun nushroh. Penulis menafikan jalan lain yang menghantarkan tegaknya daulah Islam, kecuali cara ini.

    “...metode ini merupakan satu-satunya solusi yang realistis dan praktis, dan ini merupakan metode satu-satunya yang efektif dan menghantarkan pada tujuan,” tegas penulis. Metode ini, menurut penulis, ringkasnya adalah mengubah kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat atau sebagian masyarakat untuk menjadi pilar penopang dakwah kebenaran, menggantikan statusnya sebagai pilar penopang kebatilan dan sistemnya (hal 147). Perubahan ini dilakukan melalui pertarungan pemikiran dan perjuangan politik (shiraul fikri wa kifahus siyasi).

    Penulis lalu mengutip beberapa riwayat awal dakwah Rasululloh di Mekkah yang mengalami tantangan hebat dari pemuka Quraisy, dan hanya diterima sebagian kecil manusia – itupun dari kalangan rakyat jelata. Setelah berdakwah beberapa waktu di Mekkah, Rasul mulai mengarahkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah di luar Mekkah, yang mau menerima sekaligus menjadi pelindung dakwah. Pada permulaan dakwah ini Rasul sama sekali tidak menggunakan kekuatan fisik sama sekali, melainkan fokus – menurut istilah penulis -- pada pertarungan pemikiran dan perjuangan politik. Awal perkembangan Dinul Islam ini dikenal dengan istilah fase Makkiyah.

    Menariknya, bukan hanya penulis, sebagian besar jamaah dan harokah memandang fase ini merupakan refleksi umat Islam dewasa ini. Tentu saja pandangan ini mewarnai solusi yang mereka tawarkan. Jamaah salafy misalnya berpendapat bahwa umat dewasa ini dalam keadaan lemah, bodoh dan berkubang dalam perbuatan bid’ah dan kemusyrikan. Mereka meresepkan tashfiyah dan tarbiyah untuk mengobatinya, bukan yang lain. Jika ada yang mengambil penawar yang lain, cepat-cepat mereka bombardir dengan sebutan ahlul bid’ah, ruwaibidhoh, khoriji dan sebutan tak sedap lainnya.

    Ada pula yang menyibukkan dengan berbagai ritual dzikir dan perayaan maulid, dengan dalih sebagai wujud cinta kepada Rasul. Jangan coba-coba mengkritik. Tuduhan wahabi sebagai balasannya. Lucunya sebagai apologi mereka sering membawa-bawa nama Sholahuddin sebagai pencetus maulid, yang karena perayaan inilah umat di masa itu berhasil dihasung untuk berjihad, sehingga kekuatan salibis berhasil diporak-porandakan.

    Ada lagi sekelompok pengemban dakwah yang berijtihad, untuk menegakkan syariat Islam mereka harus mengarungi lautan demokrasi. Akibatnya mereka tenggelam dalam kesyirikan, tidak timbul-timbul lagi.

    Yang paling menyedihkan, tampil sekelompok pecundang penderita skizofrenia dan inferiority complex yang menyusu dan dibesarkan oleh para orientalis.
    Merekalah para munafikin liberalis, yang dengan topeng muslim modernis berhasil mengelabui umat dan bekerja untuk kepentingan induknya, para salibis dan zionis. Menurut para pecundang itu, umat tak akan bisa maju kecuali meniru barat dengan mencampakkan Islam, sebagaimana barat mencampakkan agamanya. Itulah potret sebagian jamaah dan harokah dalam melihat kondisi umat dewasa ini.

    Berkenaan dengan tholabun nushroh sebagai solusi, sebenarnya kami bisa menerima, meski tidak sepenuhnya seperti yang dimaksud penulis. Sebab para pengemban dakwah tidak hanya memerlukan penopang, tapi juga pelindung dan penerus agar dakwah dapat berkesinambungan, sehingga kebatilan dapat dikalahkan dan dinul Islam tetap eksis. Dukungan itu diharapkan, tidak lain, datang dari elemen yang ada di tubuh umat Islam sendiri. Tapi kritik kami kepada penulis, karena beliau membatasi hanya pada pertarungan pemikiran dan perjuangan politik sebagai solusi kebangkitan umat, dan menyebutnya sebagai satu-satunya metode (thoriqoh) nabi.

    Kesalahan ini, menurut kami, berangkat dari anggapan bahwa umat dewasa ini seperti pada fase Mekkah, yakni dalam kondisi tidak berdaya sementara musuh unggul dari banyak segi : sumber daya, sarana, teknologi dan senjata. Sehingga apapun upaya untuk menumbangkan kebatilan dengan kekuatan fisik dan senjata, di mata penulis, sebagai metode ilusi dan tidak mungkin (hal 142). Benarkah anggapan ini?

    Sebelum kami membicarakan hal ini lebih lanjut, kami ingin mengutip hasil diagnosis “dokter” umat ini tentang penyakit mereka di akhir zaman, yang sudah disampaikan 15 abad lampau.

    Dari Tsauban bahwasanya Rasululloh sholollohu alaihi wassalam bersabda : “Hampir saja umat-umat mengerubuti kalian dari segala penjuru sebagaimana orang mengerubuti makanan di nampan.” Kami bertanya: “Apakah karena jumlah kami sedikit waktu itu wahai Rasululloh?” Beliau menjawab, “Bahkan kalian pada saat itu banyak. Tapi kalian laksana buih. Rasa takut terhadap kalian akan dicabut dari hati musuh-musuh kalian dan dijadikan penyakit wahn dalam hati kalian.” Shahabat bertanya: “Apakah wahn itu wahai Rasululloh?” Beliau bersabda: “Cinta dunia dan benci mati.” (HR Ahmad dan Abu Dawud) Dalam riwayat lain : “Cinta dunia dan benci peperangan.”

    Lihatlah saudaraku, umat Islam dewasa ini lemah bukan karena sedikitnya bilangan mereka seperti masa awal Islam. Jumlah mereka banyak tapi tak membuat gentar. Semua itu karena kecintaan mereka kepada dunia dan bencinya mereka kepada jihad fi sabilillah, sebagaimana lebih jelas dalam hadits berikut.

    Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasululloh bersabda: “Jika kalian mulai berjual-beli dengan inah, kalian mengambil ekor-ekor sapi, dan kalian ridho dengan cocok tanam serta kalian tinggalkan jihad, Allah akan timpakan kehinaan atas kalian. Ia tidak akan mencabutnya dari kalian, sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR Abu Dawud)

    Faidah lain dari hadits sebelumnya adalah jumlah umat Islam banyak tapi tak bersatu, bak buih di lautan. Ciri mereka sebagai orang mukmin hilang, yakni persatuan dan persaudaraan. Bukankah Rasululloh telah mengingatkan, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya seperti sebuah bangunan. Satu dengan yang lainnya saling menguatkan,” Beliau lalu menganyam jari-jemarinya. (HR Muttafaq alaih dari Abu Musa)

    Jika pada masa awal Rasululloh melakukan tholabun nushroh dengan mencari dukungan di luar suku Quraisy, karena sedikitnya pengikut beliau dan lemahnya kondisi mereka. Hari ini umat Islam sangat banyak, tapi imannya lemah karena kecintaan mereka pada dunia, saling berpecah belah dan bencinya mereka pada kewajiban jihad, maka tholabun nushroh yang realistis dan sesuai hadits di atas adalah dengan menghasung umat dan mengkondisikanya untuk berjihad mengangkat senjata.

    Tentu saja tanpa mengabaikan upaya lainnya mengingat musuh dewasa ini telah memperlebar medan peperangan, termasuk ke dalamnya perang ideologi, ekonomi dan pemikiran. Namun perang dalam makna qital (adu fisik) harus mendapat porsi lebih. Karena hanya cara inilah yang telah membuat gentar pengusung kebatilan selama berabad-abad. Sebaliknya meninggalkan cara ini membuat kita dicabik-cabik. Bukankah Granada jatuh dan Andalusia ditangisi, di saat mereka disebut-sebut sebagai mercusuar pengetahuan di Eropa, akibat mereka melalaikan membangun kekuatan militernya? Bukankah Palestina berhasil dicaplok Zionis Yahudi akibat kita tidak bersatu lantaran syubhat nasionalisme? Tak heran negara-negara muslim menganggap permasalahan Palestina merupakan permasalahan dalam negeri rakyat Palestina bukan permasalahan bersama. Begitu juga permasalahan yang terjadi pada berbagai negeri Muslim yang lain.

    Sekarang lihat bagaimana raksasa thogut dan pentolan kekafiran pada beberapa waktu yang lalu, yakni Uni Sovyet tumbang di Afghanistan. Bukankah itu karena buah jihad dan bersatunya mujahid dari seluruh dunia, meski berusaha dikaburkan dedengkot kekafiran – koalisi salibis AS dan Zionis Yahudi --dan antek-anteknya hari ini. Mereka menghembuskan isu : mujahidin bisa menghancurkan Uni Sovyet karena bantuan persenjataan dan informasi dari intelejen mereka. Bahkan untuk menguatkan isu itu mereka membuat cerita rekaan RAMBO yang diedarkan di negeri-negeri Islam. Tujuannya jelas untuk menciptakan imej bahwa umat Islam itu lemah, tanpa bantuan mereka, umat Islam tak bisa berbuat apa-apa. Sayang, isu murahan ini bukan hanya ditelan orang awam, tapi juga tertelan para pengemban dakwah seperti penulis buku ini, dan tak menutup kemungkinan sebagian jamaah dan harokah lain.

    Faktanya, mujahidin benar-benar hanya mengandalkan – setelah pertolongan Allah – kemampuan mereka sendiri. Syekh Abu Mus’ab As Suri, seorang mujahid asal Suriah dan merupakan seorang saksi sejarah pada perang tersebut, dalam bukunya “Da’watul muqowwamah” yang diterjemahkan menjadi “Perjalanan Gerakan Jihad” menceritakan bagaimana mujahidin tidak menggunakan sepucuk pun senjata anti pesawat buatan AS yang diselundupkan lewat Pakistan. Bahkan Syekh Abdullah Azzam, seorang tokoh mujahid yang berhasil menghasung umat untuk menapaki kembali jalan Jihad, dalam berbagai bukunya mengungkap maksud busuk ini. Beliau menceritakan bagaimana Amerika berkali-kali berusaha ingin menemui wakil mujahidin, namun selalu ditolak. Bahkan AS menggunakan tipu daya licik dengan memerintah PBB untuk mengundang mereka. Dan akhirnya dengan tipu daya tersebut delegasi mujahidin Afghanistan mau berangkat ke markas PBB di New York. Delegasi itu dipimpin oleh Hekmatyar.

    Presiden AS ketika itu, Reagen sudah memasang perangkap untuk menjaring delegasi mujahidin ke pihaknya. Ia mengundang mereka ke Gedung Putih supaya terlihat oleh dunia bahwa perang Jihad di Afghanistan itu memang buatan dan mendapat bantuan Amerika. Tapi tipu daya itu sia-sia. Mujahidin menolak menemuinya pada 30 Oktober 1985 dan langsung pulang kembali dengan selamat di Afghanistan.

    Dunia digegerkan dengan pernyataan Hekmatyar yang menyatakan dengan tegas dalam konfrensi pers di AS bahwa mujahidin tidak pernah menerima bantuan dari AS dan tidak mempunyai hubungan apapun. “Kami menyatakan ini karena mass media Amerika pagi dan petang selalu menyatakan bahwa kaum mujahidin Afghanistan telah menerima sumbangan sebesar 250 juta dollar...” kata Hekmatyar seperti dikutip Syekh Abdullah Azzam dalam salah satu bukunya “Ibarun wa Bashoirun lil Jihadi fil Ashril Haadhiri” cetakan Maktabah al Manar Yordania. Bahkan peran Syekh Abdullah Azzam ini tak luput dari fitnah para pendengki itu. Beliau dituduh sebagai antek barat dan agen CIA. Ini diceritakan Syekh Abdul Mun’im Mushthofa Halimah (Abu Bashir) dalam buku beliau “Ath Thoriq ila Isti’naf Hayat Islamiyah” yang diterjemahkan “Tiada Khilafah tanpa Tauhid dan Jihad”.

    Hal yang sama juga dilakukan AS hari ini. Bedanya hari ini ia berhasil meraih dukungan antek-anteknya, para penguasa yang memerintah negeri-negeri kaum Muslimin. Dan relatif berhasil menanam benih syubhat dalam benak kebanyakan kaum Muslimin. Namun satu hal yang pasti, dan tidak bisa ditutup-tutupi, ketakutan mereka yang sangat terhadap bangkitnya generasi mujahid di seluruh dunia. Di antara buktinya adalah fokusnya mereka di Afghanistan, sebuah negeri yang berhasil menumbangkan raksasa thogut sebelumnya, yang kini bercerai berai.

    Kesimpulannya, metode perubahan sosial politik dengan thoriqoh jihad wal qital bukanlah sebuah metode ilusi. Ia merupakan metode yang mujarab.

    Hanya saja ia masih menyisakan sebuah pertanyaan : mengapa buah jihad di Afghanistan tempo hari (saat melawan Soviet) tidak bisa dinikmati kaum Muslimin keseluruhan? Inilah yang harus dipikirkan bersama.

    -Wassalamu'alaikum-

    Dua’a for the Mujahideen’s Victory Over the Jews and Christian Zionist Crusaders



    Oh Allah, completely, destroy and shatter the Jews. Oh Allah, torment them with a disease that has no cure or remedy. Send a thunderbolt down upon them from Heaven. Oh Allah, torment them with every kind of torment. Oh Allah, send upon them flocks of ababil birds that will pelt them with stones of baked clay, and turn them into straw that has been eaten. Oh Allah, turn their women into widows just like Muslim women were widowed. Allah, turn their children into orphans just like Muslim children were orphaned. Oh Allah, bless the efforts of the Mujahideen. Oh Allah, bring victory upon us soon. Ameen, ameen. Peace and blessings upon you.

    -from:the muslim defence force-

    Senin, 21 Juni 2010

    Demonstration of MAC - Kuffar Media said they're extrimist & radicalist??

    England Muslim called "Muslims Against Crusade (MAC)" went out to show their existency when demo for Syariah Law in London.


    Sabtu, 12 Juni 2010

    Mavi Marmara Attack by Jews Soldiers (May Allah destroy them)

    Filthy Jews Killed 19th years-old Peace Activists on the Flotilla Just Like When They’re Killing the Children of Palestine.